Hoss,,
embun putih keluar dari bibir mungilku. “Kenapa salju tidak
bilang-bilang mau turun? Dan sekarang aku harus kedinginan begini”
omelku di sela-sela salju turun
“Huuuh, dinginnya” Sesekali aku mengatupkan kedua tangan didepan bibirku dan meniupkannya agar hangat. Saat itu juga berulang-ulang aku menggerakkan tanganku kekantong seragamku dan beralih lagi kebibirku.
“Dimana sih bocah tengil itu! Awas aja kalau sudah datang, ku jadiin boneka salju baru tau rasa!” terpaksa akupun berjongkok dan memeluk tubuhku karena takada yang bisa melindungiku dari hujaman salju ini. Bibirku yang dilapisi lip gloss pink tadipun sekarang sudah berubah menjadi putih pucat.
“Ternyata kau menepati janjimu.. hahaha” tawa frangky mengagetkanku sampai terlonjak dari posisi jongkokku.
Tadi frangky yang baru saja datang dari Indonesia segera menyuruhku datang ke taman menemuinya. Aku terkejut dan melongo, naluriku segera membawa tubuhku ke taman tanpa memperhatikan cuaca.
“ Heh kau!! Mati kau sekarang!” kesalku sambil mendekatinya. Tetapi omelanku yang sedari tadi kusiapkan tak berani keluar dari mulutku. Dan aku hanya melongo saat melihat wajahnya dari dekat.
“Aku minta maaf, aku akan nyanyi untuk menghiburmu” satu..dua..tiga..“Biar salju turun lagi.. dibawah payung merah kita berdua~aaa” dengan suara yang pas-pasan iapun bernyanyi lagu lawas yang diubah liriknya
“Eh, suaramu bero tauuu” candaku sambil menutupi rona wajahku yang merah tersipu malu
“Huuuh, dinginnya” Sesekali aku mengatupkan kedua tangan didepan bibirku dan meniupkannya agar hangat. Saat itu juga berulang-ulang aku menggerakkan tanganku kekantong seragamku dan beralih lagi kebibirku.
“Dimana sih bocah tengil itu! Awas aja kalau sudah datang, ku jadiin boneka salju baru tau rasa!” terpaksa akupun berjongkok dan memeluk tubuhku karena takada yang bisa melindungiku dari hujaman salju ini. Bibirku yang dilapisi lip gloss pink tadipun sekarang sudah berubah menjadi putih pucat.
“Ternyata kau menepati janjimu.. hahaha” tawa frangky mengagetkanku sampai terlonjak dari posisi jongkokku.
Tadi frangky yang baru saja datang dari Indonesia segera menyuruhku datang ke taman menemuinya. Aku terkejut dan melongo, naluriku segera membawa tubuhku ke taman tanpa memperhatikan cuaca.
“ Heh kau!! Mati kau sekarang!” kesalku sambil mendekatinya. Tetapi omelanku yang sedari tadi kusiapkan tak berani keluar dari mulutku. Dan aku hanya melongo saat melihat wajahnya dari dekat.
“Aku minta maaf, aku akan nyanyi untuk menghiburmu” satu..dua..tiga..“Biar salju turun lagi.. dibawah payung merah kita berdua~aaa” dengan suara yang pas-pasan iapun bernyanyi lagu lawas yang diubah liriknya
“Eh, suaramu bero tauuu” candaku sambil menutupi rona wajahku yang merah tersipu malu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar